CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon menerbitkan Surat Edaran Nomor 900/1733/DKPP tentang Gerakan Tanam (GERTAM) Cabai sebagai langkah nyata dalam pengendalian inflasi daerah, khususnya komoditas cabai yang kerap mengalami fluktuasi harga.
Melalui surat edaran tersebut, seluruh perangkat daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN), camat, lurah, hingga masyarakat diajak memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam cabai dan tanaman pangan lainnya guna memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Cilegon Aziz Setia Ade di sela- sela rapat Evaluasi Program Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), di ruang rapat Asda, Selasa (7/7) mengatakan, gerakan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan laju inflasi dari sisi pasokan.
“Gerakan Tanam Cabai ini bukan hanya sekadar program menanam, tetapi merupakan bentuk partisipasi bersama dalam menjaga stabilitas harga pangan. Kami mengajak seluruh ASN menjadi contoh dengan menanam cabai di lingkungan rumah masing-masing, kemudian mengajak masyarakat untuk melakukan hal yang sama,” ujar Pj Sekretaris Daerah Kota Cilegon.
Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa setiap ASN di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon diminta melaksanakan Gerakan Tanam Cabai dengan memanfaatkan sedikitnya 15 polybag di rumah masing-masing. Perangkat daerah juga diminta melakukan monitoring terhadap pelaksanaannya.
Selain itu, camat dan lurah diminta bersinergi dengan RT/RW, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak terkait untuk menggerakkan masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Dinas Pendidikan juga diimbau mengajak sekolah-sekolah memanfaatkan pekarangan untuk budidaya cabai.
Tak hanya itu, ASN juga diharapkan turut mengampanyekan Gerakan Tanam Cabai melalui media sosial masing-masing sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar gerakan tersebut semakin luas dikenal dan diikuti.
Menurut Pj Sekretaris Daerah, keberhasilan pengendalian inflasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Ketahanan pangan dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Jika setiap rumah mampu memanfaatkan pekarangan untuk menghasilkan cabai dan tanaman pangan lainnya, maka secara bertahap kita dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar sekaligus membantu menjaga stabilitas harga,” jelasnya.
Melalui Gerakan Tanam Cabai, Pemerintah Kota Cilegon berharap tercipta budaya menanam di tengah masyarakat sehingga mampu meningkatkan kemandirian pangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah dalam menghadapi gejolak harga komoditas pangan.









