PELATIHAN EKONOMI KREATIF, GOW CILEGON DORONG PEREMPUAN LEBIH BERDAYA DAN MANDIRI SECARA EKONOMI

CILEGON – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cilegon menyelenggarakan Pelatihan Ekonomi Kreatif Bagi Perempuan Tingkat Kota Cilegon Tahun 2026 di Aula Setda Kota Cilegon, Jumat, 5 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti 76 peserta tersebut menjadi upaya nyata dalam meningkatkan keterampilan perempuan sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru berbasis ekonomi kreatif di Kota Cilegon.

 

Peserta pelatihan terdiri dari 46 anggota organisasi yang tergabung dalam GOW Kota Cilegon serta 30 perwakilan binaan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan keterampilan dasar menjahit tangan dengan teknik tusuk feston yang saat ini banyak diminati dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

 

Ketua GOW Kota Cilegon, Nur Kusuma Ngarasati atau yang akrab disapa Raras, mengatakan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang usaha yang dapat dijalankan oleh perempuan dari rumah dengan modal yang relatif kecil. “Banyak hal yang sebenarnya bisa kita pelajari, bisa kita kenalkan, bisa kita jual, dan bisa dijadikan sarana untuk memberdayakan diri dengan hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu rumit. Saya berharap kita pulang dari Aula Setda ini membawa ilmu yang sederhana, tetapi mampu memberikan keberdayaan yang luar biasa bagi kita semua,” ujar Raras.

 

Menurutnya, teknik tusuk feston saat ini sedang menjadi tren dan banyak diaplikasikan pada berbagai produk seperti pakaian, tas, gantungan kunci, selimut hingga berbagai produk kerajinan lainnya yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran.

 

Raras juga mendorong para peserta untuk berani memulai usaha setelah mengikuti pelatihan. Ia menilai sistem pre-order dapat menjadi solusi bagi peserta yang belum memiliki modal besar untuk memulai bisnis. “Kalau belum mempunyai modal, kita bisa menggunakan sistem pre-order. Sekarang banyak usaha yang berjalan dengan sistem tersebut. Bahkan menjelang momen kenaikan kelas dan perpisahan sekolah, banyak peluang yang bisa dimanfaatkan, mulai dari sapu tangan, hand bouquet hingga berbagai produk kreatif lainnya yang bisa diberi sentuhan tusuk feston,” katanya.

 

Lebih lanjut, Raras berharap peserta yang nantinya berhasil mengembangkan usaha dari hasil pelatihan dapat terus berkoordinasi dengan GOW. Menurutnya, produk-produk yang dihasilkan berpeluang digunakan dalam berbagai kegiatan organisasi maupun kegiatan Pemerintah Kota Cilegon sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha perempuan lokal.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon, Lendy Delyanto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif GOW Kota Cilegon yang terus aktif mendukung program pemberdayaan perempuan dan peningkatan ketahanan ekonomi keluarga. “Atas nama Pemerintah Kota Cilegon dan jajaran DP3AP2KB, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada GOW Kota Cilegon yang telah menginisiasi kegiatan luar biasa ini. Ini menjadi bukti bahwa GOW tidak pernah berhenti bergerak dalam mendukung program pemerintah, khususnya upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kemandirian ekonomi berbasis keluarga,” ungkapnya.

 

Lendy menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga, terlebih di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis. Oleh karena itu, pelatihan keterampilan seperti ini dinilai sangat relevan untuk memperkuat kemampuan dan kemandirian perempuan.

 

Lendy juga menyoroti keterlibatan perempuan binaan UPTD PPA dalam pelatihan tersebut. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi menjadi bagian penting dari proses pemulihan bagi perempuan yang pernah mengalami persoalan maupun trauma dalam kehidupannya. “Kami berharap perempuan-perempuan yang sedang menjalani proses pemulihan tidak hanya kembali pulih secara psikologis, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mandiri secara ekonomi sehingga rasa percaya dirinya semakin kuat. Melalui pelatihan ini mereka mendapatkan bekal keterampilan yang dapat menjadi peluang usaha di masa depan,” jelasnya.

 

Lendy memastikan seluruh peserta mengikuti kegiatan dalam lingkungan yang aman, suportif, inklusif dan penuh rasa kekeluargaan. Ia juga mengajak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas jejaring dan membangun kolaborasi usaha antarorganisasi perempuan di Kota Cilegon.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana, Yuke Poespitasari, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dasar menjahit tangan sebagai langkah awal pengembangan kemampuan ekonomi kreatif perempuan. “Pelatihan ini merupakan keterampilan dasar yang nantinya dapat dikembangkan lebih lanjut melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan pelatihan. Harapannya peserta tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus meningkatkan kompetensi hingga mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi,” ujarnya.

 

Pelatihan dipandu oleh narasumber Dina Rahayu Putri yang berpengalaman dan kompeten di bidang keterampilan menjahit dan kerajinan tangan. Melalui kegiatan ini, GOW Kota Cilegon berharap semakin banyak perempuan yang mampu mengembangkan kreativitas menjadi peluang usaha yang produktif, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga dan penguatan ekonomi masyarakat Kota Cilegon.

News Feed