CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Sosial Kota Cilegon berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kota Cilegon melaksanakan pemberian simbolis Program Permakanan bagi lansia terlantar, kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Cilegon, Kamis, 18 Juni 2026. Program tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada para lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus, sekaligus mendorong tumbuhnya solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Program permakanan tersebut diberikan kepada 20 lansia yang berada di Kelurahan Bendungan dan Kelurahan Ketileng, Kecamatan Cilegon. Bantuan berupa makanan bergizi ini akan disalurkan selama 39 hari sebagai stimulan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi para lansia sekaligus mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Ketua TP PKK Kota Cilegon, Alfi Rizki Aghnia Robinsar, yang hadir dan menyerahkan bantuan secara simbolis menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk perhatian dan kasih sayang Pemerintah Kota Cilegon kepada para lansia. “Hari ini saya bersama Dinas Sosial berkesempatan bertemu langsung dengan para lansia. Alhamdulillah, program pemberian makanan tambahan selama 39 hari ini merupakan bentuk perhatian dari Pak Wali Kota dan Pemerintah Kota Cilegon kepada orang tua kita semua. Saya berharap program ini dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi para lansia penerima,” ujarnya.
Alfi mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam menghadirkan program-program sosial yang tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Sosial, jajaran PKK, para kader, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga program ini berjalan lancar dan dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” katanya.
Lebih lanjut, Alfi berharap semangat kepedulian terhadap para lansia tidak hanya hadir melalui program pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat. “Kami berharap perhatian kepada para lansia dapat terus ditingkatkan. Lansia adalah orang tua kita yang telah banyak berjasa. Sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan mereka mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan salah satu inovasi Dinas Sosial yang dilaksanakan bersama TP PKK Kota Cilegon sebagai bentuk kepedulian terhadap lansia terlantar dan kurang mampu. “Hari ini kami melaksanakan program permakanan bagi 20 lansia yang berada di dua kelurahan, yakni Kelurahan Bendungan dan Kelurahan Ketileng. Program ini akan berlangsung selama 39 hari dengan menu yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi lansia. Ini bukan sekadar bantuan makanan, tetapi bentuk kepedulian pemerintah kepada para lansia,” jelasnya.
Lia menambahkan bahwa program tersebut diharapkan mampu menjadi pemantik kepedulian masyarakat terhadap para lansia di lingkungan masing-masing. “Program ini adalah stimulan. Kami ingin mengajak masyarakat untuk turut peduli terhadap para lansia di sekitarnya. Karena tanggung jawab terhadap lansia bukan hanya pemerintah, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Ke depan kami berharap para lansia tidak hanya mendapatkan bantuan permakanan, tetapi juga program pemberdayaan agar tetap sehat, aktif, dan berdaya,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Camat Cilegon Maman Herman menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, bantuan yang diberikan menjadi contoh nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan. “Program ini merupakan contoh kepedulian yang diberikan oleh Pemerintah Kota Cilegon kepada masyarakat. Kami berharap semangat berbagi dan kepedulian ini dapat diteladani oleh seluruh masyarakat sehingga semakin banyak warga yang terbantu,” ujarnya.
Melalui program permakanan lansia tersebut, Pemerintah Kota Cilegon berharap kualitas hidup para lansia dapat terus meningkat, sekaligus memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.












