Berita TerkiniPulomerak

Sampah Bertumpuk di Jembatan Layang Merak Banten

Pemandangan sampah terlihat di area Jembatan Layang Merak dekat Pelabuhan Merak Banten, tepatnya di Lingkungan Suka Senang, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

Sampah terlihat mengular di pinggiran Jembatan Layang Merak yang diresmikan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa pada 2011 lalu.

Selain merusak pemandangan, sampah ini pun mengeluarkan bau busuk dan menyengat, sehingga mengganggu warga yang tinggal di dekat Jembatan Layang Merak tersebut. Sampah tersebut disimpan berjejer di pinggir jalan di atas Jembatan Layang Merak, sepanjang lebih dari 200 meter.

Selain disimpan berjejer, beberapa sampah domestik yang dibungkus dalam kantong plastik ini, juga digantung di guardrail Jembatan Layang Merak.

Keluhan Pemilik Toko

Yusmaniar (67), pemilik toko kelontongan di sekitar Jembatan Layang Merak mengatakan, sampah tersebut bukan dibuang oleh warga Lingkungan Suka Senang.

Katanya, sampah tersebut dibuang oleh warga dari lingkungan lain, mereka melintas menggunakan motor sambil membawa sampah untuk dibuang ke tempat itu.

“Warga di sini tidak buang sampah di pinggir Jalan Layang Merak. Ini dibuang oleh orang yang lewat pakai motor,” katanya, Senin 11 Oktober 2021.

Menurut Yusminar, pada dasarnya sampah-sampah tersebut pada akhirnya diangkut oleh petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kota Cilegon.

Namun karena diangkut sehari sekali, maka ada jeda waktu yang membuat sampah mengular di sepanjang pinggiran Jembatan Layang Merak.

“Di angkut sih si angkut Mas, tapi kan sehari sekali. Jadi setelah di angkut, datang lagi sampah, menumpuk lagi, begitu setiap hari,” ujarnya.

Minimnya Tempat Pembuangan Sampah Jadi Penyebab

Minimnya tempat pembuangan sampah umum, lanjut Yusminar, merupakan penyebab utama para pengguna motor membuang sampah di pinggiran Jembatan Layang Merak. Ia menyayangkan perilaku buang sampah sembarangan itu, apalagi sampah-sampah menumpuk di depan toko miliknya.

“Mereka yang buang, saya yang kena imbas. Baunya kan busuk dan menyengat, toko saya jadinya bau sampah,” tuturnya.

Camat Pulomerak Muhammad Hatta mengatakan, pihaknya sempat meminta bak sampah untuk tempat pembuangan sampah umum kepada DLH Kota Cilegon.

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button