Berita Terkini

Ramadan Tahun Ini Memasuki Tahun Politik, Ini Pesan Ramadan Menurut Intelektual Muda Islam Fadlullah

SERANG – Bulan Ramadan tahun 1444 Hijriyah yang bertepatan dengan tahun 2023 ini merupakan Ramadan yang istimewa. Ini dikarenakan bulan Ramadan tahun ini sudah memasuki tahun politik.

Hal ini disampaikan salah satu intelektual muda Islam yang penasehat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Serang Dr Fadlullah kepada liputancilegon.com, Minggu, 2 April 2023 di kediamannya.

Menurut Fadlullah, pada Ramadan tahun ini sudah semestinya umat Islam Indonesia mulai cerdas dalam memilah mana informasi yang valid dan mana yang sampah informasi.

“Nanti informasi yang valid itu harus difilter dengan Alquran. Apakah sudah selaras dengan kehendak Allah yang tertuang dalam Alquran. Kemudian difilter juga dengan kehendak kita. Apakah selaras dengan konstitusi atau tidak. Jika sudah selaras, sudah wayahnya ini rakyat bergerak”, kata Fadlullah.

“Kalau sudah selaras semuanya, sudah saatnya kita bergerak. Dan kita memimpin perubahan dari masjid-masjid kita. Dari rumah ibadah bagi pemeluk agama yang lain. Sudah saatnya kita bergerak dibawah bimbingan Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Ini salah satu pesan Ramadan tahun ini,” terang Fadlullah.

Kemudian kata Fadlullah, pesan Ramadan yang kedua, dengan dibongkarnya banyak kasus dengan sikap terkait perilaku hedonis,kini dan seterusnya sudah saatnya umat memilih pemimpin yang hidupnya bersahaja.

Lebih lanjut kata dia, umat sebagai bagian dari bangsa, sudah saatnya belajar hidup bersahaja. Kalau tidak ingin pemimpin mencuri uang negara, maka umat atau rakyat juga harus belajar tidak menyuap.

“Jadi kalau rakyatnya nyuap,pejabatnya korup, ya itu wajar. Nah ini pesan puasa kita. Pesan puasa kita yaitu dimana kita tidak boleh merampas hak orang lain. Baik merampas dengan cara konvensional seperti mencuri dan merampok maupun dengan cara yang canggih seperti pencucian uang,” beber akademisi Untirta Banten ini.

Sedangkan pesan Ramadan yang ke tiga menurutnya adalah, puasa ini mengajarkan umat untuk peduli terhadap sesama.

Lapar yang dirasakan umat Islam di bulan Ramadan ini menurut Fadlullah,harus menumbuhkan kedermawanan terhadap setiap individu umat Islam.

Kemudian gotong-royong juga harus ditumbuhkan. Untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan.

“Inilah tiga pesan Ramadan di tahun politik. Insya Allah kalau kita bisa melakukan tiga hal ini, momentum Ramadan tahun ini, bisa menjadi pencerah bagi kita, untuk memilih pemimpin yang terbaik, wakil rakyat yang terbaik, dan kita memimpin perubahan sesuai dengan yang kita kehendaki bersama. Sesuai dengan kehendak Allah dalam kitab suci. Sesuai dengan konsitusi,” beber akademisi Untirta ini.

Jadi kata dia, sesungguhnya, ibadah puasa Ramadan itu bersifat visioner.

“Kita melaksanakan puasa Ramadan itu akan berdampak pada kehidupan yang akan datang. Tiap tahun begitu. Termasuk ibadah puasa tahun ini. Juga akan berdampak terhadap umat dalam memilih pemimpin nanti. Karena Ramadan tahun ini memasuki tahun politik,” imbuh laki-laki kelahiran Bojonegara ini.

Lebih lanjut kata Fadlullah, jadi sejatinya ibadah puasa Ramadan itu tidak hanya berdampak untuk dirinya secara pribadi. Tapi juga berdampak luas terhadap umat dan kehidupan umat.

Fadlullah berharap, umat Islam bergerak di bulan Ramadan ini dengan hati yang bersih. Begitu pun Idul Fitri semua bergembira. Dan setelah itu pun harus lebih bergembira..

“Yang pastinya Indonesia harus lebih baik dan mendapat keberkahan,” tandasnya. (rul/red)

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
https://liputancilegon.com/