Penutup Jalan Kepasar Rangkasbitung Di Bongkar Pendemo

by

Liputancilegon.com | LEBAK – Dengan sikap Pemerintah Kabupaten yang tidak pro kepentingan rakyat, yang secara permanen telah menutup akses masuk pasar Rangkasbitung Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Maka untuk kali ketiga ratusan pedagang pasar Rangkasbitung dan masyarakat serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Insan Cita Cabang Lebak, menggeruduk kantor Bupati Lebak, Kamis (10/08) sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelumnya aksi dimulai dengan melakukan long march, mulai dari titik kumpul pusat perbelanjaan Barata Rangkasbitug, hingga ke depan kantor Bupati Lebak.

Ditegaskan Fauzan Muhyi, dalam orasinya menyampaikan jika aksi ratusan pedagang,masyarakat dan mahasiswa ini, sebagai bentuk perlawanan atas kebijakan Pemkab Lebak yang sewenang-wenang dengan para pedagang pasar Rangkasbitung. Salah satunya menutup secara permanen akses masuk pasar Rangkasbitung, sehingga berdampak menurunnya daya beli masyarakat, yang berujung ratusan pedagang pasar terancam bangkrut akibat minimnya pendapatan para pedagang.

” Padagang pasar Rangkasbitung ini kan, juga merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemkab Lebak. Nah kalau pendapatan mereka minus, maka dapat dipastikan mereka tidak lagi mampu berkontribusi terhadap PAD Lebak. Sebab pasca adanya penutupan akses masuk pasar Rangkasbitung, pendapatan para.pedagang anjlok, bahkan usaha mereka terancam bangkrut,” tegasnya.

Masa yang mulai panas, akhirnya ditemui Ajis, Assisten daerah Bidang Ekonomi Pemkab Lebak, yang menjelaskan bahwa pada dasarnya setiap aplikasi pembangunan itu pasti akan berdampak terhadap kepentingan rakyat. Namun belumlah lama menjelaskan, ratusan masa aksi yang terlanjur kecewa dengan ketidak hadiran Bupati Lebak, tanpa dikomando langsung meninggalkan area aksi, dengan yek-yel bongkar pintu penutup pasar.

” Sudah kita tinggalkan pejabat seperti ini mah, ga ada artinya, teriak spontan ratusan masa”, seru puluhan masa seraya berbalik arah meninggalkan puluhan petugas pengamanan dan Assda Bidang Ekonomi.

dilapangan, ratusan masa secara spontan memutar arah untuk kembali long march, dengan satu komando menuju titik penutup akses pasar Rangkasbitung. Setiba di lokasi pintu penutup akses pasar yang dipasang atas kebijakan pemkab Lebak. Akhirnya digeruduk masa hingga jebol.

Usai meratakan seng penutup akses pasar tersebut, masa kemudian berkumpul untuk melakukan doa bersama, untuk selanjutnya membubarkan diri dengan damai. (Dri)

Leave a Reply

No More Posts Available.

No more pages to load.