Miris, Dikenal Sebagai Kota Santri, Ternyata Masih Banyak Warga Cilegon Yang Buta Huruf Alquran

by

CILEGON – Kota Cilegon dikenal sebagai kota santri. Ini dikarenakan banyak para santri, ustadz,kiai, dan juga pesantren yang ada di sini. Bahkan para pejuang kota baja ini mayoritas adalah para ulama dan santri.

Namun, julukan kota santri itu kini agak terganggu. Ini dikarenakan ternyata masih banyak anak usia usia sekolah yang belum bisa baca tulis Alquran.

Tidak hanya itu, yang lebih miris lagi, ternyata banyak juga para guru, khususnya guru yang mengajar Alquran di Taman Pendidikan Alquran (TPQ) yang ternyata masih banyak yang belum bisa baca tulis Alquran.

“Miris kang. Ini kan memalukan. Apalagi ini berdasarkan data dari Kemenag pusat,” ujar Ketua Forum Komunikasi Pendidikan Alquran (FKPQ) Kota Cilegon Eri Hazairin kepada media, Senin, 15 Mei 2023 di sela-sela kegiatan pelantikan FKPQ Kota Cilegon di aula DPRD Kota Cilegon.

Eri menyebutkan, berdasarkan data pusat, masyarakat se-Indonesia yang belum bisa baca Alquran sekitar 72 persen.

“Nah Cilegon ada di kisaran 25 persen. Kita masih minim untungnya,” terang Eri.

Menurut Eri, yang memicu banyaknya anak tak bisa baca tulis Alquran diantaranya adalah masih minimnya metode dalam mengajarkan baca tulis Alquran.

“Metode baru belum banyak dipraktikan. Kebanyakan guru masih gunakan metode lama,” imbuhnya.

Kata dia, anak-anak zaman sekarang itu berbeda dengan zaman dulu. Sekarang harus menggunakan metode terapan atau yang bersifat praktik. Misalnya tampilan gambar, pendekatan teknologi, dan sejenisnya.

“Karena itulah FKPQ itu hadir di tengah realitas tersebut,” katanya.

Eri berharap, dengan hadirnya FKPQ, semoga bisa memberikan manfaat dan maslahat. Serta bisa membantu pemerintah dalam memberantas buta huruf Alquran. (rul/red)

Leave a Reply

No More Posts Available.

No more pages to load.