Melalui Program Manunggal Air, TNI AD Membuat Sumur Bor di 615 Titik

by

Liputancilegon.com | Berita Pas – Peresmian penggunaan air bersih itu dilaksanakan pada Selasa (25/7). Seremoni peresmiannya dipusatkan di Desa Lebak Gedong, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Dudung Abdurachman, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono hadir langsung pada peresmian itu.

Jenderal Dudung mengatakan air merupakan sumber kehidupan manusia dan seluruh mahluk hidup. Menurut dia, terpenuhinya kebutuhan air bersih di masyarakat juga akan mempercepat penanganan stunting atau tengkes.

“Saya menyampaikan dalam Tujuh Perintah Harian Kasad bahwa TNI Angkatan Darat harus hadir di tengah-tengah rakyat dan berdampak di mana pun berada. Beberapa tempat yang selama ini tidak terjangkau air, sekarang sudah terjangkau air bersih, sebab kesejahteraan rakyat adalah hal yang utama,” ujar Jenderal Dudung.

Abiturien Akmil 1988 itu menjelaskan awalnya Program Manunggal Air digagas oleh Letjen Maruli Simanjuntak semasa masih menjabat Panglima Kodam IX/ Udayana.

Program itu ternyata berdampak positif dan diadopsi ke tingkat nasional. Ketersediaan air bersih itu juga dalam rangka menekan tengkes.

“Program Manunggal Air ini sudah lama ada, dan tentunya sejalan dengan perintah Bapak Presiden untuk menanggulangi dampak Covid-19 di berbagai bidang,” tutur Jenderal Dudung di acara peresmian yang juga dihadiri Letjen Maruli Simanjuntak itu.

Adapun Moeldoko menjelaskan keterkaitan antara penurunan stunting dengan ketersediaan air bersih.

Mantan Panglima TNI itu menyebut air bersih berkontribusi hingga 40 persen terhadap penurunan angka stunting.

“Dengan adanya Program Manunggal Air ini, maka Pak Kasad beserta jajarannya mampu menurunkan prevalensi 40 persen secara keseluruhan penurunan stunting,” ujar Moeldoko.

Adapun Hasto Wardoyo mengagumi kiprah TNI dalam mempercepat penurunan stunting.

Mantan bupati Kulonprogo itu menjelaskan TNI tidak hanya menekan angka stunting melalui penyediaan air bersih, tetapi juga mengerahkan personelnya masuk ke dapur rumah warga.

“Kami melihat TNI juga meluncurkan Program Babinsa Masuk Dapur, itu luar biasa untuk menyelesaikan masalah stunting,” kata pejabat berlatar belakang dokter spesialis obstetri dan ginekologi itu.

Leave a Reply

No More Posts Available.

No more pages to load.