Berita Terkini

Lima Seni Budaya yang Dikembangkan oleh Disparbud Kota Cilegon

Heritage adalah warisan budaya yang berifat benda (tangible) dan Non benda (Intangible) yang memiliki nilai histori serta pengetahuan bagi generasi setelahnya.

Heritage yang terdapat di Kota Cilegon dapat dijadikan sebagai identitas dan jati diri daerah seperti historiografi lokal, kearifan lokal dan cagar budaya.

Peristiwa sejarah yang terdapat di Kota Cilegon baru tergali setelah terjadinya peristiwa meletusnya Gunung Krakatau 1883 dan terjadinya sebuah peristiwa perlawanan rakyat di pesisir utara bernama “Geger Cilegon 1888“.

Kota Cilegon disinyalir memiliki nilai histori yang luas, khususnya pada abad ke-12 hingga abad ke-18 yaitu dengan ditemukannya berupa benda-benda bersejarah di wilayah Kecamatan Purwakarta, Grogol dan Pulomerak, Kota Cilegon.

Selain itu, penyebaran agama Islam di Pesisir Utara memiliki sumber-sumber yang harus di gali lebih dalam, hal ini dibuktikan dengan temuan-temuan situs berupa makam-makam keramat di wilayah Kota Cilegon.

Baca Juga: Mengenal Pencak Silat Bandrong, Seni Bela Diri Banten yang Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

Dalam upaya pelestarian kebudayaan daerah tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Cilegon menyelengarakan sarasehan Tradisi Budaya Seni Islami di salah satu hotel di Kota Cilegon Senin-Rabu 8-10 November 2021.

Kepala Disparbud Kota Cilegon Mahmudin mengatakan, implementasi program bidang kebudayaan meliputi, Pengembangan Kebudayaan Daerah, Pengembangan Kesenian Daerah, Pengelolaan dan Pelestarian Cagar Budaya, Pembinaan Sejarah Daerah dan Pengelolaan Museum.

“Kegiatan sarasehan tradisi dan budaya islami yang kami gelar meliputi, Hadroh, Dzikir Maulud, Bebasan dan Muharaman,”ujar Mahmudin.

“Kami berusaha mengangkat tradisi dan budaya tersebut agar dapat dilestarikan di masa yang akan datang,”kata Mahmudin.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan pada Disparbud Cilegon Tini Suswatini mengatakan, kegiatan sarasehan ini bertujuan sebagai bentuk promosi untuk mengembangkan pengetahuan budaya dalam bidang pendidikan.

“Budaya dan tradisi budaya islami di Kota Cilegon sangat banyak. Apalagi pada peringatan hari besar islam (PHBI). Dimana kegiatan-kegiatan syiar islam yang bernafaskan dakwah, tentunya sering dijumpai.,” kata Tini Suswatini.

“Namun, seiring dengan perkembangan jaman, budaya tersebut jarang diminati oleh kaum muda. Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai pengembangan dan pengetahuan di bidang pendidikan untuk mempromosikan Kota Cilegon sebagai kota budaya,”kata Tini Suswatini. ***

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button