Berita Terkini

Kenapa Aplikasi Smart Village Cilegon Belum Berfungsi?

Aplikasi Smart Village Cilegon sebagai aplikasi perwujudan cita-cita Cilegon menjadi kota pintar, belum juga bisa digunakan selama tujuh bulan terakhir. Padahal, aplikasi buatan PT Krakatau Information Tecnology atau KIT ini, secara resmi dilaunching pada HUT Kota Cilegon pada April lalu.

Masyarakat Kota Cilegon pun keheranan mengapa aplikasi tersebut belum juga bisa digunakan oleh mereka, ternyata inilah penyebabnya. Seperti dikatakan sebelumnya, Smart Village Cilegon adalah sebuah aplikasi buatan PT KIT yang diberikan kepada Pemkot Cilegon.

Tujuan dari adanya apliaksi Smart Village Cilegon ini tidak lain untuk mewujudkan cita-cita Kota Cilegon menjadi kota pintar. Guna membuat aplikasi tersebut bermanfaat untuk masyarakat, maka aplikasi yang sedianya digunakan oleh Dinas Komunikasi Informasi Sandi dan Statistik atau DKISS Kota Cilegon itu, diisi sejumlah data negara.

Salah satunya data kependudukan yang selama ini berada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil atau DKCS Kota Cilegon. Namun sayangnya, hingga November ini aplikasi tersebut belum juga diisi data-data yang dibutuhkan, sehingga Smart Village Cilegon belum juga berfungsi.

Alasan Kenapa Aplikasi Belum Berfungsi

Kepala DKCS Kota Cilegon Hayati Nufus mengatakan, pihaknya memang belum memberikan akses input data kependudukan untuk kepentingan aplikasi Smart Village Cilegon. Itu karena aplikasi tersebut belum terinstal Virtual Privat Network atau VPN, sebuah jaringan pribadi maya di jaringan publik.

Itu adalah solusi aman yang memungkinkan pengguna mengirim dan menerima data melalui internet dengan tetap menjaga privasi dan kerahasiaan data.

“Ini kan data negara, kalau misalnya mau dimasukan ke aplikasi itu, jaringan aplikasi harus terlebih dahulu dipastikan aman. Berarti harus terpasang VPN,” kata Hayati Nufus saat ditemui di kantornya.

Namun sayangnya, hingga Oktober lalu, aplikasi Smart Village Cilegon belum juga terpasang VPN, hingga akhirnya DKCS Kota Cilegon menganggarkan pengadaan VPN untuk kepentingan aplikasi itu.

“Kami geser-geser anggaran untuk pemasangan VPN. Sekarang sedang uji coba jaringan, karena VPN sudah kami pasang hingga tingkat kecamatan,” ujarnya.

Jika VPN tersebut telah terpasang dan berfungsi dengan baik, maka DKCS Kota Cilegon akan mulai membuat Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis atau Juklak Juknis.

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button