Berita Terkini

Forum Gempar Demo Dinkes Lebak Dugaan Ada Pungli

Badri - post 09:00 Jumat 20-10-2022

Liputancilegon.com | LEBAK – Ratusan Massa yang tergabung dalam Gerakan Melawan Pemuda dan Rakyat (GEMPAR) yang terdiri dari Forum Pemantau Pembangunan Provinsi Banten (FP3B), Pemantau Keuangan Negara (PKN), dan Barisan Relawan Nusantara (BARANUSA), melakukan aksi di depan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak , Provinsi Banten. Rabu, (19/10/2022).

menuntut agar oknum yang melakukan pungli pada Dinkes Lebak dicopot dan diperiksa serta diperiksa hukum.

“Aksi ini adalah buntut carut marutnya di tubuh Dinkes Lebak. Pertama, tentang pelayanan yang kami nilai sangat lemah dalam pengawasan di Puskesmas yang telah memberikan obat hingga adanya korban, yaitu seorang bayi hingga tubuhnya membiru.

Kemudian adanya dugaan suap menyuap. Lebih mirisnya lagi ada pembiaran disalahsatu klinik yang belum memiliki ijin tapi dibiarkan beroperasi,” tegas korlap aksi, Aditya Ramadhan.

Menurut Aditya, aksi tersebut sangat penting, karena itu mengandung soal kesahatan masyarakat di Kabupaten Lebak.

“Kesahatan merupakan hal yang fundamental bagi masyarakat. Untuk itu, terkait pelayanan kesehatan, seharusnya kepala Dinkes Lebak melakukan pengawasan yang ketat terhadap seluruh Puskesmas di Kabupaten Lebak, sehingga tidak sampai terjadi pada bayi yang diduga beri obat oleh Puskesmas yang kemudian berdampak pada tubuh bayi tersebut membiru. Tentu ini sangat miris sekali, ” kata Aditya

“Bagaimana jika itu menimpa masyarakat yang lainnya ? untuk itu, kami mendesak Kepala Dinkes Lebak bertanggung jawab dan meminta Bupati Lebak segera mencopot Kepala Dinkes Lebak,” tambah Aditya.

Senada, Imam Apriyana sebagai pengurus inti Baranusa Lebak yang tergabung dalam GEMPAR menyebut, bahwa pemerintah Lebak harus segera mengembangkan Dinas Kesehatan Lebak secara menyeluruh. Menurutnya, Dinkes Lebak adalah liding sektor soal kesahatan di Kabupaten Lebak yang harus di perioritaskan.

”Ini menyangkut soal nyawa manusia. Bagaimana nasib warga Lebak jika dibiarkan. Untuk itu, harus ada pertanggung jawaban dari pemimpin Dinkes Lebak, yaitu Kepala Dinkes Lebak,” katanya.

“Aksi ini adalah bentuk bentuk kita terhadap pelayanan kesehatan di Lebak yang kami nilai lalai, juga lemahnya pengawasan terhadap seluruh puskesmas.

Kami sangat miris dan hal ini tidak bisa dibiarkan. Ditambah, adanya dugaan praktek rawat inap disalahsatu Klinik yang dilupakan tidak memiliki izin, tapi melakukan tindakan rawat inap. Apakah ini tidak sewenang wenang? kalau memang pengawasannya ketat tidak mungkin terjadi,” tutur Imam.

Imam Lanjut, bagaimana dengan peraturan Kementerian Kesehetan tentang rawat inap, harusnya itu dipatuhi. Bukan untuk di langgar dulu, baru kemudian dipanggil, lalu selesai.

Kami lihat disini tidak ada sanksi yang tegas dari Dinkes Lebak. Untuk itu, semua pihak khususnya Bupati Lebak harus segera mengupayakan secara menyeluruh Dinkes Lebak,” tutur Imam.

Imam mengaku GEMPAR akan melakukan audensi dengan Badan Kepegawaian Daerah dan membuat pelaporan tentang Kepala Dinas Kesehatan dan oknum-oknum yang ada di Dinkes Lebak.

“Kita akan tindak lanjuti kasus ini hingga tuntas dan kami akan kawal, baik dari pelaporan dan kemudian audensi, bila perlu kita akan melakukan Demontrasi di Kementerian Kesehatan Jakarta,” beber Imam.

Pantauan awak media, usai melakukan Aksi, GEMPAR melakukan pelaporan ke Polres Lebak terkait dugaan adanya suap menyuap oknum di tubuh Dinas Kesehatan Lebak.

Adapaun aksi aksi tersebut

1. Segera Periksa Oknum Kabid dan Kasi di Dinkes yang terlibat suap

2. Segera Evaluasi dan tingkatkan pelayanan di seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Lebak.

3. Segera cabut izin Klinik Arrohman karena terlupakan melakukan praktik rawat inap.

4. Copot Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak.

5. Copot Kepala UPT Puskesmas Rangkasbitung terkait kelalaian kesalahan pihak Puskesmas dalam memberikan obat yang membahayakan nyawa manusia.(*/red).

 

Reporter : Badri cs

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
https://liputancilegon.com/