Berita TerkiniIndustri

Buruh FSPMI Blokade Pintu Keluar Pemkot Cilegon, Menuntut Kenaikan Upah

Puluhan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Cilegon, menggelar aksi demo, dihalaman Pemkot Cilegon, Selasa 2 November 2021.

Aksi demo ini merupakan kali kedua, buruh FSPMI, setelah pada 26 oktober 2021, lalu, gagal bertemu dengan Walikota Cilegon. Buruh menuntut agar Pemkot Cilegon memebrikan rekomendasi kenaikan UMK sebesar 10 persen.

Berdasarkan pantauan dilokasi, puluhan massa, sambil membawa bendera FSPMI datang sekitar pukul 11.00. Dengan menggunakan mobil komando , sambil membawa spanduk, aksi buruh langsung memblokade pintu keluar Pemkot Cilegon.

Ketua Pimpinan cabang FSPMI Kota Cilegon, Rudi Syahrudin mengatakan, pihaknya menuntut kenaikan Upah Minimum Kota (UMK0, apa yang selama ini diinginkan oleh buruh yakni 10 persen.

“Dasar kami dalam menginginkan kenaikan UMK, karena sudah 2 tahun tidak ada kenaikan, karena adanya Covid-19,”kata Rudi.

“Selain itu, setelah kami bersama rekan-rekan pekerja melakukan survey selama 2 tahun, kebutuhan ternyata melonjak naik,makanya kami ikut naik,’ sambung Rudi.

Pengurus FSPMI Kota Cilegon lainnya, Erwin Syahputra mengatakan, selain kenaikan UMK, para buruh juga menginginkan pemberlakukan upah minimum sektoral kota.

“Kami juga menuntut upah sektoral agar tahun 2021, batalkan UOmnibuslaw dan Ciptaker No.11 tahun 2020 dan PKB tanpa omnibuslaw,karena semua itu menyulitkan buruh,’kata Erwin.

Menurutnya, kenaikan UMK Kota Cilegon adalah hal yang wajar, karena , untuk mengimbangi hasil survei yang naik, para buruh sepakat menuntut kenaikan UMK.

“Karena tidak kunjung ditanda tangani, maka kami gelar kembali aksi demo dari para buruh ini. Kami tetap menunggu inisiatif dari Pemkot Cilegon yang biasanya pada bulan Oktober ini, ada rekomendasi upah kenaikan,”ujar Erwin.

Ia berharap, aksi ini dapat segera ditindak lanjuti oleh Walikota Cilegon, sehingga dapat segera merekomendasikan ke Provinsi.

“Kami akan tetap menunggu sampai Walikota Cilegon mau menanda tangani rekomendasi ini, dan akan kami serahkan kepada provinsi Banten untuk ditindak lanjuti,”ungkapnya.

Sampai dengan berita ini diturunkan, audiensi antara buruh dengan Pemkot Cilegon yang diwakili oleh Wakil walikota Cilegon masih berlangsung.***

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button