Bukti Kerajaan Hindu Tua di Nusantara, Tim Ekpedisi Bali- Banten Bersatu, Napak Tilas Situs Prasasti Ciaruteun

by

Liputancilegon | Bogor Tim ekpedisi Bali – Banten Bersatu, yang dipimipin oleh Jro I Gde Budiasa pada sabtu (3/6/2023) berkesempatan melakukan Napak Tilas ke salah Situs Prasasti Ciaruteun, yang berlokasi di Kp, Muara Jaya Rt 01 Rw 05 Desa Ciaruteun ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor

Situs prasasti Ciaruteun yang merupakan satu dari tujuh Situs Peninggalan Kerajaan Tarumanegara, Situs ini sudah ditetapkan menjadi kawasan Cagar Budaya yang dilindungi oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Salah satu bukti peninggalan Kerajaan Tarumanegara adalah ditemukannya 7 (tujuh) Prasasti, diantaranya Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Tugu, Prasasti Cidanghiyang, Prasasti Ciaruteun, Prasasti Muara Cianten, Prasasti Jambu dan Prasasti Pasir Awi.

Kerajaan Tarumanegara menurut Wikipedia adalah salah satu kerajaan Hindu tua di Indonesia. Kerajaan Tarumanegara pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 Masehi.

Dalam kesempatan napak tilas tersebut, Jro Kandel I Gde Budiasa, didampingi Kyai Edi Alhikmah (Banten ) dan Haji Tatang Kurniadi serta tim lainnya berkesempatan duduk bareng dengan Abah Tata, selaku Juru kunci dan bincang-bincang silaturahmi sekitar Prasasti Ciaruteun.

Dikatakan I Gde Budiasa, Kehadiran kami bersama tim, pada awalnya tidak sengaja menuju situs Prasasti Ciaruteun. Atas informasinya para tetua, di wilayah Bogor Haji Tatang Kurniadi ada situs Prasasti sebagai bukti peninggalan Kerajaan Tarumanegara atau salah satu Kerajaan Hindu tua di Nusantara, sampailah kami di tempat ini.

” Yah, kami sangat bersyukur, dapat berkunjung ke lokasi situs Ciaruteun, melihat langsung bukti-bukti sejarah peninggalan cikal bakal Hindu di Nusantara,”Kata I Gde Budiasa, Rabu (3/6/2023).

Sementara itu, Abah Tata, selaku Juru kunci di lokasi situs prasasti Ciaruteun, menyambut hangat kehadiran rombongan dari tim napak tilas yang didominasi anggota sepuh dari Bali, Banten dan Bogor, di pendopo prasasti.

Dikisahkan Abah Tata, Bahwa tentang sejarah terjadi nya Nusantara, sebelum terbentuknya NKRI, dahulu nya pemerintahan dipegang oleh Raja,

“Ketika pada tahun 314, Nusantara ini ada sebuah kehidupan di Banten, yang saat ini dikenal dengan sebutan Sang Hyang Sira,” Dikisahkan langsung versi Tarumanegara oleh Abah Tata.

Lanjut Abah Tata, Dari sang Hyang sirah ada keturunan pertama (dari Nyimas Larasati-red), Kemudian menantunya dijadikan Raja, yang bernama Dewa Warman Delapan.

“Setelah dewa Warman berakhir, Kemudian di Nusantara dari keturunan tersebut muncul seorang resi yang bernama Maha resi Jaya Singawarman,” kisahnya.

“Nah, beliau itulah yang ngawal, membuka dan memberikan nama sebuah kerajaan, Yaitu ‘Tarumanegara’, jelas Abah Tata.(Red)

Leave a Reply

No More Posts Available.

No more pages to load.