BNPB Gelar Kajian Risiko Bencana Tsunami Cilegon

by

CILEGON – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar kajian risiko bencana di Kota Cilegon.

Tenaga ahli Kajian Risiko Bencana BNPB Raisa mengatakan, kegiatan hari ini adalah untuk menginventarisir apakah masyakarat sudah mengetahui apa belum terkait penanganan bencana di wilayah mereka masing-masing.

“Kita ingin mereka menyampaikan apakah masyarakat mereka sudah mengetahui bagaimana penanganan bencana di wilayah mereka atau belum,” katanya kepada liputancilegon.com, Kamis, 13 Juli 2023 usai kegiatan Sosialisasi dan FGD Kajian Risiko Bencana Kabupaten/Kota di aula Kantor BPBD Kota Cilegon.

Kata dia, dalam kajian ini BNPB ingin mengetahui daerah yang berpotensi tsunami. Sejauh mana masyarakat sekitar daerah tersebut sudah mengetahui terkait penanganan dan risiko bencana jika bencana terjadi.

“Bencana itu kan ada yang single hazard ada multi hazard. Nah sekarang ini yang single hazard atau satu bencana yaitu tsunami. Kalau multi hazard itu yang lebih dari satu seperti banjir, puting beliung dan lainnya,” ujar Raisa

Dikatakannya, ia belum bisa menyimpulkan paparan masyarakat yang hadir dalam kegiatan kajian risiko bencana tersebut.

“Saat ini kita belum bisa menyimpulkan. Kita ini baru bisa mengumpulkan data terkait kajian risiko bencana. Nanti setelah dikumpulkan baru diolah,” imbuhnya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Sistem Dasar Informasi Bencana BPBD Kota Cilegon Bustanul Arifin menambahkan, peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah para perwakilan kelurahan yang berasal dari empat kecamatan yang masuk kedalam wilayah berpotensi bencana tsunami.

“Jumlah perwakilan kelurahannya ada 13 kelurahan. Itu berasal dari 4 kecamatan yaitu Kecamatan Ciwandan,Citangkil, Grogol, dan Pulomerak,” tandasnya. (rul/red)

Leave a Reply

No More Posts Available.

No more pages to load.