Yayasan Semesta Alam Madani Hadir Menjangkau Masyarakat Terpinggirkan

by

SERANG – Memasuki abad ke-21 atau tepatnya tahun 2000 di Kota Serang, Provinsi Banten ditandai dengan tumbuh dan berkembangnya brand sekolah Islam. Mulai dari SD Islam Al-Azhar, SD Islam Terpadu Al-Izzah, SD Islam Moderen Annur, SDIT Khalifah (yang kemudian berganti nama SD Darul Latief), SDIT Widya Cendekia, SDIT Bina Bangsa, dan masih banyak lagi.

Di satu sisi, tumbuh dan berkembangnya lembaga pendidikan Islam tersebut tentu menjadi momentum bangkitnya pendidikan Islam yang pada rahun-tahun sebelumnya seolah-oleh tak mendapat tempat di hati masyarakat.

Pelan tapi pasti. Lembaga pendidikan Islam tersebut mulai mendapat tempat di hati masyarakat. Entah bagaimana dan apa sebabnya, rupanya setiap tahun ajaran baru, sekolah dasar dengan brand Islam tersebut seperti menjadi magnet tersendiri.

Setiap tahun ajaran baru dimulai, selalu saja sekolah-sekolah tersebut diserbu masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, dengan animo dan antusiasme masyakarat yang begitu besar, rupanya pada perkembangannya sekolah-sekolah itu telah berlomba-lomba menaikkan biaya sekolah yang nilai atau harganya yang luar biasa fantastis.

Hampir rata-rata sekolah-sekolah tersebut untuk biaya pendaftarannya saja sudah menyentuh di kisaran Rp10 juta ke atas.

Bahkan pada salah satu laporan media cetak lokal, untuk bisa masuk bersekolah di sekolah tersebut harus merogoh kocek seharga motor cash. Yaitu sekitar Rp15 juta.

Melihat realitas dan fenomena tersebut, membuat salah seorang guru di sekolah ternama tak bisa tinggal diam. Sehingga ia pun harus keluar dari sekolah tempatnya mengajar.

Ya. Dail Ma’ruf nama guru tersebut. Ia merasa miris sekaligus prihatin dengan kenyataan yang terjadi. Sehingga, pada Desember tahun 2021 ia harus rela keluar dari pekerjaannya tersebut.

“Ya saya merasa sedih aja. Namanya sekolah Islam . Tapi yang menikmati cuma segilintir masyarakat saja,” terang laki-laki asal Tunjung Teja, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang ini kepada liputancilegon.com Senin, 5 Juni 2023.

Dail mengaku, ketika dirinya keluar tidak ujug-ujug bikin yayasan dan membangun sekolah. Ia harus terlebih dulu bergabung di fundraisinh milik organisasi Muhammadiyah. Selain itu, ia meski sudah bekerja sebagai seorang ketua yayasan, namun ia pertama kali harus ngontrak di ruko di Kaujon Pasar Sore, Kecamatan Serang, Kota Serang. Masih ngantor di Berkah Cahaya Medika.

“Setelah sekian bulan lamanya, baru tuh kita dapat lahan di Cikulur, Kecamatan Serang dengan luas 8ribu meter per segi

Tidak hanya itu, tidak lama berselang Ya Salam sudah mulai pembangunan.Terlebih dulu bikin kantor, ruang kelas dua unit, dan lainnya. Dan akhirnya Ya Salam pun hadir dalam waktu singkat.

Dail menyebutkan, sampai saat ini sekolah yang didirikan dibawah naungan Yayasan Semesta Alam Madani (Ya Salam) yaitu TK Islam Terpadu (TKIT), SDIT, Madrasah Diniyah (MD), Bimba Hompimpa,dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Insya Allah tahun ini juga kita akan bangun perguruan tinggi. Ya sekitar bulan Juli lah,” ujar Dail.

Kata Dail, semua biaya sekolah disini insya Allah bisa dijangkau masyarakat yang selama ini terpinggirkan.

“Dengan biaya yang terbilang terjangkau, masyarakat bisa merasakan sekolah Islam terpadu yang identik dengan biaya mahal,” imbuh Dail.

Dikatakannya, untuk SD saja. Biayanya masih dibawah sekolah-sekolah Islam yang selalu diserbu masyarakat.

“Jadi sekolah di sini itu, Ya walaupun  harganya tidak mahal,namun setara dengan Al-Azhar, Al-Izzah, dan
sekolah Islam lainnya yang ada di Kota Serang,” tandasnya. (rul/red)

Leave a Reply

No More Posts Available.

No more pages to load.